Kamis, 21 Juni 2018

Liburan Idul fitri

Lebaran ke dua kali ini aku gunakan untuk jalan-jalan kedaerah perbatasan Malaysia dengan keluarga. Menikmati alam perbatasan
Pegunungan yang sangat indah untuk berselfie ria. Gunung ini terletak di daerah Jagoi perbatasan dengan negara tetangga Malaysia.
Digunung ini kita juga bisa menikmati pemandangan alam di sekitarnya di sore hari sambil mengantarkan sang mentari ke peraduannya.
Dari tempat ini jika ke serikin kira-kira 10 menit.
Dan kita harus melewati dua pos penjagaan setelah melewati pos-pos sesudahnya. Satu pos penjagaan terakhir RI dan satu lagi pos penjagaan negara tetangga Malaysia.
Untuk pos penjagaan Negara tetangga ini disini kita di periksa kelengkapan Pas Lintas Batas  (PLB). Kita masuk dan langsung cop PLB.
Disini kita akan ditanya berapa lama di situ. Dsn untuk apa kita disitu. Apakah berdagang/jualan atau hanya sekedar jalan-jalan.
Jika kita akan kembali pulang kita cop lagi. Setelah sampai di pos pertama tadi kita di periksa lagi.
Begitu juga di pos penjagaan negara kita pergi pulang kita harus melewati pemeriksaan demi kenyamanan dan kelncaran perjalanan kita. Dan saat pergi dan pulang kita juga harus ngecap PLB kita dulu tujuannya agar kita aman dan nyaman di negara tujuan.
Dalam pembuatan PLB cukup mudah dengan syarat siapkan kartu keluarga (kk), kartu tanda penduduk (KTP) dsn pas poto ukuran 3×4. Ini berdasarkan pengalamanku keluar masuk di Malaysia, neraga yang paling dekat dengan negara kita.
Oya untuk ke sana kita bisa menggunakan kendaraan pribadi roda empat ataupjn roda dua. Jalannya sudah lumayan bagus bisa di lewati saat musim panas dan musim hujan walaupun masih melewati jalan tanah tapi tanahnya tidak lengket di ban kendaraan kita.
Moga tulisan ini bermanfaat bagi yang ingin berkunjung di Serikin (Malaysia).

Senin, 18 Juni 2018

Suku dayak Daerah pedalaman, Tamong


Suku dayak yang ada dikalimantan barat sangatlah banyak dan setiap daerah mempunyai adat istiadat yang berbeda-beda, kali ini penulis mencoba untuk mengajak para pembaca mengintip salah satu suku yang letaknya sangat jauh dari pusat kota propinsi dan terisolir. dan untuk menempuh tempat inipun memerlukan suatu perjuangan. ini dikarenakan akses untuk menuju ketempat tersebut sangatlah extrim dan sangat jauh. dikatakan extrim  karena ada tempat-tempat tertentu yang harus kita lewati dengan berjalan kaki. seperti poto yang disamping. Ini merupakan gunung yang paling tinggi yang harus dilewati untuk pulang dan pergi dengan berjalan kaki sekitar 5 kilo meter. disini hanya pengendara yang berani saja bisa lewat. namun saat kami melewati gunung yang paling tinggi ini kami hanya mengandalkan penduduk setempat yang antar jemput kami. dan jika ada pembaca yang minat ketempat inipun jangan khawatir, karna penduduk setempat siap membantu untuk antar jemput di kota kecamatan setempat. 
bayangkan saja kita harus melewati beberapa gunung dan lembah. inipun hanya bisa dilewati dikala musim panas. sedangkan disaat musim hujan kita hanya bisa berjalan kaki. 
Untuk menuju tempat ini hanya bisa ditempuh kendaraan roda dua. Kita juga bisa melewati sungai dengan perahu arah kehulu Sungai dari pasar kecamatan setempat yaitu Kecamatan Seluas. 
Bagi saya Desa Tamong ini sagatlah berbeda dari daerah-daerah lain yang pernah saya kunjungi. Terutama panorama alamnya dan juga adat istiadatnya. Penduduknya sangat ramah dan Desanya pun sangat bersih dan rapi. Nah ini merupakan salah satu poto saya dan masyarakat setempat di bulan juli 2017 lalu. Pas kebetulan saat saya dan rombongan disana ada Upacara adat yang disebut Nyobeng.
Mudah-mudahan ditulisan mendatang atau selanjutnya akan kita kupas secara detail apa itu nyobeng dan adat istiadat lainya yang ada didesa ini dan desa-desa lainnya yang ada di Kalimantan Barat pada umumnya.
Oya di Tamong ini walaupun terisolir , jauh dari jangkauan namun disini sudah ada pos kesehatan yang siap melayani masyarakat 24 jam. Jika ada yang sakit bisa cepat ditangani dengan petugas. dan jika ada yang mau melahirkanpun disini sudah ada bidan dari puskesmas yang stanby juga ditempat. 
SDN disini juga sudah ada. Gurunya 90 % masyarakat setempat. 
terimakasih untuk pemerintah kabupaten yang telah memperhatikan.